Suami Notaris Stephani di Laporkan Oleh Tjie Wey Kien ke Polda Metro Jaya

0
84

Jakarta-Metro republik.com. Melihat tindakan arogansi Vincent suami Stephani Maria Vianney Pangestu, SH. Yang merasa hebat,hingga tidak tunduk pada  keputusan akan perkara No. 74/PDT.G/2015/PN.JKT.UT tanggal 30 Juni 2015 membuat Tjie Wey Kien semakin geram.

Dengan menyewa sejumlah oknum untuk melakukan tindakan melawan hukum serta mempersulit dirinya untuk menguasai jaminan sebagaimana tertuang dalam akte notaris yang di terbitkan oleh istrinya sendiri.

Didampingi Gordon Hutapea,SH dan Harry Fransiskus Hasugian,SH selaku kuasa hukum Tjie Wey Kien,membuat laporan di Polda Metro,dengan no LP/5163/X/2017/PMJ/DitReskrimum, 24 Oktober 2017,di tanda tangani oleh kepala sentra pelayanan kepolisian Polda Metro Jaya Ka Siaga III Komisaris Polisi Deti Juliawati.

Meningat akan kekuatan hukum yang dipegang oleh  Tjie Wey Kien untuk menguasai fisik masih mengalami hambatan  akibat ulah Stephani Maria Vianney Pangestu, SH.pejabat PPAT/ Notaris yang berkantor Kompleks perkantoran Bonagabe blok A.no.7 Jakarta Timur.

Tindakan anarkis yang selama ini di perankan oleh Stephani bersama suaminya bahkan dengan orang bayaranya, telah membuat yang mengontrak resah, bahkan di paksa harus minggat, tegas Tjie Wey Kien.

“Saya tahu,itu hanya akal-akalan Stephani agar dirinya bisa memiliki ruko tersebut,dan saya menduga Suryadi Sudi Gunawan itu sudah kabur karena banyak utangnya,Stephani hingga berani membayar orang untuk mendampingi dia melakukan tindakan semaunya,disitu ada niat jahatnya, bahkan saya menduga dia sudah bersekokongkol dengan Suryadi Sudi Gunawan, Terang Tjie Wey Kien.

Jalan satu-satunya,Vincent Suami Stephani Maria Vianney Pangestu, SH yang melakukan penggembokan dan pemangaran itu sudah bertentangan dengan KUHP 167.

Coba apa hak Stephani melakukan itu,kuasa hukum tidak, dia hanya sebatas notaris,dan dia juga  yang menerbitkan akte terhadap   Saya (Tjie Wey Kien-red)  dengan Suryadi Sudi Gunawan yang tertuang dalam Akta Pengakuan Hutang No.13 tertanggal 24 Juni 2014  kenapa mala dianggap tidak sah dengan alasan tidak di registrasi? Tambah V Tjie Wey Kien   dengan nada Tanya.

Dapat melalui laporan ini, semua akan terungkap nanti, apakah Suryadi Sudi Gunawan dengan Stephani Maria Vianney Pangestu, SH benar-benar bersekongkol menjual ruko yang sedang bersengketa dan tidak mengembalikan segala utang piutang bahkan tidak diketahui oleh Tjie Wey Kien  selaku pemengang jaminan dari Suryadi Sudi Gunawan, maka keduanya layak di jebloskan ke penjarah.

Seakan tidak terimah kekalahanya, Stephani Maria Vianney Pangestu, SH. berbagai aksi di lakukan guna menghalangi Tjie Wey Kien untuk mengusai dua unit ruko yang merupakan  sebagai jaminan hutang Suryadi Sudi Gunawan.

Dengan membawa sejumlah oknum aparat keamanan, yang diduga sebagai orang bayaran,mendampingi Stephani,selain oknum kemanan tersebut, Stephani juga Hilman yang disebut-sebut sebagai pemilik baru untuk melakukan tekanan,baik pada pengontrak dan serta penggembokan/merantai ruko tersebut.

Stephani dan suaminya,semua orang-orangan yang bawa ke ruko tersebut, saya yakin itu semua di bohongin ma dia,makanya mereka mau dan tidak terlepas ada dana-dana mengalir pada mereka.,Stephani pasti tidak menjelasakn duduki perkara yang sebenarnya.

Hal itu bisa terbukti ketika tim Tjie Wey Kien ingin menduduki ruko, selalu mendapatkan hambatan, patut diduga, sejumlah oknum berhasil di perdaya oleh Stephani dengan dugaan siap memberikan sesuatu..

“Ibu Stephani tidak perna cerita bahwa ruko ini sedang dalam perkara soal utang piutang, ini baru saya tahu setelah saya baca putusan pengadilan, berarti ibu Stephani tidak jujur selama ini” terang Amir pada wartawan.

Sementara itu, pengontrak ruko lantai 1 yang sehari—harinya berjualan soto,sangat kecewa atas perlakukan Stephani, karena setiah dating selalu melakukan tekanan, bahkan memaksa jualan harus di stop dan meninggalkan ruko dengan batas waktu 20/10, dan bila telat, akan di denda 1 juta/hari.

“Saya di tekan menantangani pernyataan,tanggal 20 harus keluar,bila telat satu hari saja akan di denda 1 juta” kata Bu haji penjual soto.

Stephani dengan membawa orang juga memasang pagar membatas,serta spanduk  berupa larangan.

Stephani Maria Vianney Pangestu, SH, yang sebelumnya melaporkan Tjie Wey Kien ke polda metro jaya dengan tuduhan melanggar pasal 385, Brigadir Imbrozal kepada wartawan mengatakan, bahwa pihaknya (Penyidik-red)  tidak perna memerintahkan untuk pemasangan spanduk,sebab laporan tersebut masih dalam tahap penyelidikan,belum sampai pada tahap penyidikan.

Gordon Hutapea,SH menegaskan, Ruko berlantai 3 yang di jaminkan oleh Suryadi Sudi Gunawan kepada Tjie Wey Kien yang dikuatkan di hadapan notaris Stephani Maria Vianney Pangestu, SH dalam Akta Pengakuan Hutang No.13 tertanggal 24 Juni 2014.

Di tambahkan, Untuk menjamin hutangnya tersebut Suryadi Sudi Gunawan memberikan kuasa menjual kepada Tjie Wey Kien alias Lukman atas 2 (dua) buah ruko milik Suryadi Sudi Gunawan sebagaimana SHM NO.738/Bidara Cina dan SHM No.739/Bidara Cina di Jl.Otto Iskandar Dinata No.109 Jakarta Timur, dalam surat kuasa menjual tersebut diberikan jual hak kepada Tjie Wey Kien alias Lukman untuk menyewakan kedua ruko tersebut, hal tersebut secara tegas pula dituangkan dalam Akta Kuasa menjual tertanggal yang sama dengan waktu pembuatan akta pengakuan hutang tersebut diatas, juga dibuat dihadapan notaris Stephani Maria Vianney Pangestu, SH.(tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here