Tjie Wey Kien : Stephani Itu Pembohong Besar dan Ingin Memiliki Ruko Otista Dengan Otak Kotornya

0
120
Stephani Maria Vianney Pangestu, SH

Jakarta-Metro Republik.com. Niat jahat yang sedang di lancarkan oleh Stephani , semata-mata agar dirinya bisa memiliki ruko tersebut,apalagi dia itu mental rentenir, tegas Tjie Wey Kien.

“Saya tahu,itu hanya akal-akalan Stephani agar dirinya bisa memiliki ruko tersebut,dan saya menduga Suryadi Sudi Gunawan itu sudah kabur karena banyak utangnya,Stephani hingga berani membayar orang untuk mendampingi dia untuk melakukan tindakan semaunya,disitu ada niat jahatnya dan otak kotornya, bahkan saya menduga dia sudah bersekokongkol dengan Suryadi Sudi Gunawan, Terang Tjie Wey Kien.

Coba apa hak Stephani melakukan itu,kuasa hukum tidak, dia hanya sebatas notaris,dan dia juga  yang menerbitkan akte terhadap   Saya (Tjie Wey Kien-red)  dengan Suryadi Sudi Gunawan yang tertuang dalam Akta Pengakuan Hutang No.13 tertanggal 24 Juni 2014  kenapa mala dianggap tidak sah dengan alasan tidak di registrasi? Tambah V Tjie Wey.

Di tambahkan, orang-orang mau membantu dia itu bukan karena penegakan hukum, tapi karena dia berani membayar orang demi ambisi kotornya,saya tahu percis krakternya,kita lihat saja nanti,siapa yang menjadi penghuni penjarah,apakah saya atau dia (stephani-red) sampai kapanpun tidak bakal terwujut itu niat jahatnya untuk memiliki ruko,karena dia (stephani) tidak punya hak,kalau sampai muncul akte kepemilikian baru, berarti siap-siap saja dia masuk bui.

Sudah jelas-jelas ruko berlantai 3 yang di jaminkan oleh Suryadi Sudi Gunawan kepada Tjie Wey Kien yang dikuatkan di hadapan notaris Stephani Maria Vianney Pangestu, SH dalam Akta Pengakuan Hutang No.13 tertanggal 24 Juni 2014.

Suryadi Sudi Gunawan memberikan kuasa menjual kepada Tjie Wey Kien atas 2 (dua) buah ruko milik Suryadi Sudi Gunawan sebagaimana SHM NO.738/Bidara Cina dan SHM No.739/Bidara Cina di Jl.Otto Iskandar Dinata No.109 Jakarta Timur, dalam surat kuasa menjual tersebut diberikan jual hak kepada Tjie Wey Kien alias Lukman untuk menyewakan kedua ruko tersebut, hal tersebut secara tegas pula dituangkan dalam Akta Kuasa menjual tertanggal yang sama dengan waktu pembuatan akta pengakuan hutang tersebut diatas, juga dibuat dihadapan notaris Stephani Maria Vianney Pangestu, SH.

Demikian di paparkan oleh Tjie Wey Kien didampingi kuasa hukumnya Gordon Hutapea,SH dan Harry Fransiskus Hasugian,SH kepada wartawan usai membuat, laporan di Polda Metro,dengan no LP/5163/X/2017/PMJ/Dit Reskrimum, 24 Oktober 2017,di tanda tangani oleh kepala sentra pelayanan kepolisian Polda Metro Jaya Ka Siaga III Komisaris Polisi Deti Juliawati, yang melaporkan Vincent suami Stephani Maria Vianney Pangestu, SH yang melakukan penggembokan dan pemangaran itu sudah bertentangan dengan KUHP 167.

Lebih jauh  Tjie Wey Kien,segala hal dilakukan oleh Stephani untuk tujuan agar ruko tersebut bisa jadi miliknya,emang saya orang bodoh apa? Biarkan dia habiskan uangnya untuk membayar orang suruhanya dalam mengawasi,tapi hukum tidak bisa di bantah, sampai dimanapun saya kejar,bila perlu dia dan suaminya akan saya jeblosin ke penjarah.

Terlalu lantang mulutnya bahwa ruko tersebut sudah balik nama pada bernama Hilman,tunjukin dong kalau benar,jangan cuma ngomong doang.

Yang saya sayangkan, setelah saya baca berita saat Polsek Jatinegara menanyakan, soal bukti kepemilikan atas nama Hilman,dan Stephani menjawab di kantor,kenapa pihak polsek Jatinegara tidak mendesak Stephani agar menunjukan bukti sertifikat,dari situ saya sudah bisa baca, ada yang aneh antara polsek Jatinegara dengan Stephani,apalagi Stephani dibiarkan meninggalkan ruang mediasi tapi pihak polsek tidak bertindak tegas, artinya Stephani tidak menghargai petugas ada apa? Kata Tjie Wey Kien dengan nada Tanya.

Tjie Wey Kien menambahkan, Kalau pun ada Akte Jual Beli (AJB) saya yakin betul bahwa itu bodong atau palsu dan bikinan dia sendiri, apalagi namanya Hilman itu adalah Adik Vincent suami Stephani sendiri, mana mungkin Sertifikat kedua ruko tersebut bisa di balik nama sementara  sertifikatnya sebagai jaminan di Bank Windu Kentjana.

Stephani Maria Vianney Pangestu, SH kepada Wartawan tidak berani memberikan keterangan alias selalu tutup mulut bahkan menghindar saat ingin wawancarai wartawan di Ruko Jalan Otistas no.109. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here