Siswa Terbaring di IGD RSUD Kota Pangkalpinang Korban Pemukulan Oknum Guru Yang Kesetanan

0
42
ilustrasi

JakartaMetro Republik.com.Dunia maya kembali di gegerkan peristiwa memprihatinkan sekaligus membongkar mental busuk oknum guru, atas peristiwa penganiayaan seorang siswa di dalam kelas yang di lakukan oleh oknum guru.

Kekerasan terhadap siswa oleh oknum guru yang tidak bisa mengendalikan emosinya, terus terjadi di lingkungan sekolah, mental brigas oknum guru telah membuat siswa harus mengalami trauma bahkan penganiayaan yang tidak sepetutnya terjadi.

Sejumlah pihakpu untuk meluapakan kekesalan atas tindakan oknum pengajar yang bertemperamen tinggi selalu mengutuk.

Sama halnya ucapan yang di lontarkan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan mengutuk keras terjadinya penganiayaan siswa oleh oknum guru bernama Ma’in di salah satu SMP di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung (Babel). “Ini sudah masuk kategori penganiayaan berat, karena tidak sekadar ditampar, tetapi siswapun dibenturkan kepalanya ke dinding. Diduga akibat benturan tersebut, ananda korban mengalami sakit di kepala,” kata Komisioner KPAI bidang pendidikan Retno Listyarti kepada wartawan di Jakarta, Senin (6/11/2017).

Dia mengatakan, kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah itu dipicu hal sepele karena siswa tersebut memanggil guru tanpa menyertakan kata yang sesuai di depan nama sang pengajar. “Karena korban dianggap ‘kurang ajar’ dengan sengaja memanggil nama si guru tanpa menggunakan kata ‘Pak’,” kata dia.

Korban, kata dia, yaitu siswa berinisial RHP kini terbaring di IGD RSUD Kota Pangkalpinang setelah menjadi korban pemukulan guru tersebut.

Selain sadis, kata dia, oknum guru itu melakukan aksi kekerasannya di hadapan siswa yang lain dan bahkan sempat upaya dilerai oleh siswa yang lain, tetapi sang guru malah makin meningkatkan aksi kekerasannya, bahkan terjadi juga pelemparan kursi.

“Guru semacam ini sangat membahayakan bagi keselamatan psikologis dan fisik anak-anak karena tak mampu mengontrol emosi. Yang bersangkutan harus dievaluasi secara kepegawaian oleh dinas terkait apakah masih patut menjadi guru atau tidak,” pungkasnya. (an)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here