Setya Novanto Tiba-Tiba Tidak Bisa bicara di Pengadilan Tipikor dan Terancam Hukum Maksimal

0
105
setya novanto saat mau masuk sidang

JakartaMetro Republik.com. Gaya aneh kembali di perankan oleh tersangka kasus E-ktp,yakti ketua DPR nonaktif Setya Novanto, diduga bergaya sakit kembali terlihat saat siding,bahkan para hakim terkesan tidak di hiraukan saat melemparkan pertanyaan,Novanto memilih diam.

Melihat gaya mantan Ketua DPR Setya Novanto seperti “mogok” bicara di hadapan hakim persidangan saat menjalani sidang perdana pembacaan dakwaan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan KTP elektronik.

“Nama saudara? Nama saudara? Nama saudara? apakah saudara terdakwa bisa mendengarkan pertanyaan saya?” tanya ketua majelis hakim Yanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (13/12).

Namun, Novanto yang duduk di kursi terdakwa hanya diam dan bergeming. Padahal, saat masuk ke ruang sidang, ia tampak mampu berjalan, bahkan melewati istrinya Deisti Astriani Tagor yang duduk di kursi penonton.

“Penuntut umum, apakah terdakwa terlebih dahulu diperiksa dokter sebelum ke sini?” tanya hakim Yanto yang juga ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Sebelum ke persidangan ini sudah diperiksakan oleh dokter karena benar tadi pagi terdakwa mengeluh sakit, tetapi setelah dicek, terdakwa bisa menghadiri persidangan dengan tekanan darah 110/80 dan nadi kuat. Kami juga bawa dokter yang memeriksa terdakwa tadi pagi dan tiga dokter yang eksaminasasi sehari sebelumnya,” kata jaksa penuntut umum KPK, Irene Putri.

“Saudara didampingi penasihat hukum? Sekali lagi apakah saudara didampingi penasihat hukum?” tanya hakim Yanto.

“Iya yang mulia,” jawab Novanto.

Penasihat hukum Setnov yang antara lain terdiri dari Maqdir Ismail dan Firman Wijaya, lalu menunjukkan identitas mereka ke hakim.

“Dokter yang memeriksanya ada? Bisa dihadirkan di sini?” tanya hakim Yanto.

“Ada yang mulia, kepada dokter Johanes Hutabarat kami persilakan memasuki ruang persidangan,” kata jaksa Irene.

Dokter Johanes Hutabarat adalah dokter yang bertugas di rumah tahanan KPK.

“Betul saya memeriksa terdakwa tadi pagi pukul 08.00 WIB. Waktu ada pemeriksaan tadi, terdakwa dapat menjawab dengan lancar,” ujar Johanes.

“Baik saya coba kembali menanyakan identitas terdakwa? apakah saudara mendengarkan saya? Saya ulangi lagi nama saudara? Apakah saudara mendengarkan saya? Bagaimana saudara penuntut umum?” tanya hakim Yanto.

“Terima kasih yang mulia kami juga sudah berkonsultasi selain dokter Johanes juga dengan dokter RSCM mengenai kondisi terdakwa dalam keadaan sehat dan layak sidang. Keluhannya tadi yang bersangkutan itu diare 20 kali, namun dari laporan pengawal di rutan, sepanjang malam hanya dua kali, yaitu pukul 23.00 dan 02.30 jadi hanya dua kali dan tidur dari pukul 20.00 sampai tadi pagi. Jadi kami minta sidang tetap dilanjutkan,” kata jaksa Irene.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) , Saut Situmorang menyatakan, pihaknya akan mempelajari sikap Ketua Umum DPP Partai Golkar nonaktif itu di persidangan. Saut menegaskan, setiap tersangka, termasuk Novanto berpotensi dihukum maksimal bila tak kooperatif. “Semua tersangka punya potensi dihukum maksimal kalau tidak kooperatif atau berbelit-belit,” kata Saut saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Rabu (13/12).

Saut memastikan, seluruh pimpinan KPK memantau jalannya proses persidangan ini, meski tidak hadir secara langsung. Pimpinan KPK, kata Saut memantau dari Gedung KPK.

Saut menegaskan, tim dokter telah memeriksa kesehatan Novanto sebelum dihadirkan di persidangan. Berdasar pemeriksaan itu, Novanto dalam keadaan sehat dan siap menjalani proses persidangan. “Dokter sudah menyatakan kondisi yang bersangkutan sehat, itu sebabnya sidang lanjut,” ujarnya.

Saut menambahkan, tim dokter yang memeriksa Novanto pukul 08.00 WIB memastikan mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu dapat berkomunikasi dengan baik. Untuk itu, Saut mengaku pihaknya ingin mengetahui lebih jauh penyebab Novanto lebih banyak diam di persidangan. “Apa latar belakang yang bersangkutan diam, entar akan bisa tahu, siapa tahu sakit gigi misalnya,” katanya. (sumber berita satu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here