Peran IBI dan PKK Dalam Membangun SDM Berkualitas

0
650
: Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat bersama Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Algrin Gasan foto bersama Ketua Perbasi Kabupaten Kapuas saat Pembukaan Turnamen Basket 12 SMASA Cup awal minggu ini di Lapangan Basket SMA Negeri 1 Kuala Kapuas

Kuala Kapuas – Metro Republik.com. Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Kapuas dan Tim PKK Kapuas berperan sebagai ujung tombak menggerakkan partisipasi masyarakat di semua level, sampai aktifitas Posyandu di tingkat dusun, dalam rangka membangun generasi penerus bangsa yang sehat, bergizi tinggi sehingga menjadi generasi yang cerdas, berkualitas dan berprestasi serta berkomitmen untuk bersinergi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Kapuas.
Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas generasi penerus salah satunya dengan mencegah Angka Kematian Ibu dan Bayi serta mencegah stanting yaitu balita yang memiliki panjang atau tinggi di bawah standar usianya.
Maka dari itu, PC IBI Kabupaten Kapuas melaksanakan Pertemuan dan Seminar Ilmiah dengan topik Sinergisitas PC IBI dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas dalam mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas. Seminar yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para anggota tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Bappeda Kuala Kapuas, Rabu (17/2) Pagi.
Pertemuan dan seminar dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas Ny Ary Egahni Ben Bahat SH selaku narasumber, Pakar Gizi Masyarakat Universitas Indonesia Ir Ahmad Syafiq MSc PhD sebagai narasumber lainnya, Ketua PC IBI Kapuas Danung Sri Wulandari MPh beserta anggota dan bidan-bidan se Kecamatan Kabupaten Kapuas sebagai peserta seminar.
Ketua TP PKK Kapuas dalam paparannya mengangkat tema tentang Peran PKK Dalam Mendukung Penurunan Kematian Ibu dan Bayi. Melalui pemaparannya tersebut, peran Kader PKK dalam percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang pertama adalah Para Kader Dasawisma (PKK Desa) bisa melaksanakan penemuan ibu hamil secara dini. Kedua, melaksanakan pendampingan satu ibu hamil satu kader dengan cara salah satunya mengingatkan untuk rutin datang ke Posyandu dan memotivasi kepada semua ibu hamil untuk melahirkan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Puskesmas, Klinik dan Rumah Sakit).
“Di 17 Kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Kapuas belum semua ibu-ibu hamil sadar akan pentingnya secara aktif memeriksa kehamilannta untuk dideteksi secara detail. Dan saya menghimbau untuk kader-kader dan para bidan-bidan desa untuk jemput bola memberikan edukasi kepada para ibu-ibu hamil akan pentingnya kesehatan ibu dan anak,” himbaunya.
Selain itu, peran lainnya adalah menganjurkan kepada Pasangan Usia Subur (PUS) untuk merencanakan kehamilannya (Ber KB) dan penertiban Kartu Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) pada setiap rumah ibu hamil.
“Baik PKK, IBI dan lembaga kesehatan lainnya adalah dari, oleh dan untuk masyarakat. Oleh karena itu, saya berharap kita secara bersama-sama memberikan dukungan dengan meningkatkan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Kapuas,”kata Isteri Nomor Satu di Kabupaten Kapuas tersebut.
Sementara itu, ditempat yang sama, Pakar Gizi UI Ahmad Syafiq dalam pemaparannya mengatakan stanting dapat dicegah dengan meningkatkan kesehatan dan gizi anak pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (100 HPK) dimulai dari kandungan sampai anak berusia 2 tahun karena masa tersebut adalah masa kritis tumbuh kembang anak.
Ia menegaskan pentingnya peran masing-masing unsur yaitu lintas sektor dalam Pemerintah Daerah, sektor pangan dalam menggerakan sumber pangan yang bergizi tersedia secara lokal, DPRD, sektor swasta, LSM, Tokoh Masyarakat, masyarakat terpencil, kader posyandu dan kader PKK serta dukungan penganggaran Pemerintah Daerah dan Anggaran Dana Desa dalam mempersiapkan generasi muda yang unggul dan berkualitas. (Angga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here