“Terinfeksi DBD, Warga Parit 6 Guntung Meninggal Dunia”

0
578

Kateman, Inhil-Metro Republik.com. Akhir-akhir ini, masyarakat Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau resah dikarenakan daerah tersebut berstatus darurat Infeksi Demam Berdarah (DBD), apa lagi dengan penangan pelaksanaan pengasapan (Fogging) yang dilakukan para petugas diskes setempat dianggap tidak maksimal atau disebut tidak sepenuh hati.

Dari keterangan narasumber MR.Com, saat ini tercatat 120 kasus mengenai DBD ini dan 7 orang diantaranya meninggal dunia akibat terinfeksi penyakit DBD.

Salah satunya kabar duka terakhir, datang dari Warga parit 6 guntung kecamatan kateman atas nama Iskandar bin johari (20), yang menghembuskan nafas terakhirnya di RS. Puri Husada Tembilahan akibat terjangkit Infeksi DBD.
19/2 (Jumat siang).

Dimana sebelumnya, Almarhum sempat dirawat inap di RS. Raja Musa, Kec. Kateman selama 3 hari, lalu dirujuk ke RS. Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan perawatan yang lebih maksimal. Namun alhasilnya nyawanya tidak tertolong lagi dan dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit dan meninggalkan seorang istri serta 1 orang anak yang masih berumur 3 bulan.

Setelah adanya korban ke -7 yang meninggal dunia akibat DBD, akhir-nya kegiatan pengasapan (fogging) yang sempat tertunda pun perlahan di lakukan oleh pihak unit pelayanan Diskes Kec. Kateman pada Sabtu 20/2/16, meskipun pada kenyataan-nya harus dilakukan peminjaman alat fogging.

Padahal sebelumnya, oknum petugas pelayanan diskes setempat beralasan bahwa pengasapan dibeberapa titik di kecamatan kateman tidak dapat dilanjutkan dikarenakan alat fogging yang dimiliki hanya 1 unit dan itupun diwajibkan ada yuran dari warga sebesar 10rb sebagai dana operasional guna membeli bensin untuk mesin Fogging.

Sebabnya, tidak ada dana operasional dari pihak dinas kesehatan kabupaten inhil maupun provinsi Riau yang dikuncurkan untuk mereka dalam melaksanakan pengasapan, keterangan salah Seorang Pak RT yang namanya tidak ingin disebutkan.

Baca Juga: semoga pemerintah kab. inhil terketuk pintu hatinya.
http://www.metrorepublik.com/daerah/2016/02/18/pelaksanaan-fogging-di-kecamatan-kateman-terbengkalai

Sementara itu terpantau dari sumber Metrorepublik.com petugas unit diskes Kecamatan Pelangiran yang berdampingan dengan kecamatan kateman, termonitor sampai  hari ini minggu 21/2/16 kegiatan fogging masih dijalankan oleh para petugas terkait, tentunya hal ini menjadi keraguan masyarakat kecamatan kateman tentang pelayanan yang kurang maksimal dari pihak diskes kecamatan kateman itu sendiri jika dibandingkan dengan pelayanan dinas kesehatan kecamatan pelangiran.

Sementara itu, pemerintah daerah kabupaten Inhil diminta serius menangani permasalahan DBD yang saat ini semakin mengkhawatirkan.

Hal ini disampaikan salah seorang warga kecamatan kateman. Kepada MR.Com mengatakan “Permasalahan DBD ini merupakan sebuah ancaman serius bagi kelangsungan hidup manusia, maka dari itu pemerintah diharapkan berperan aktif dalam melakukan pencegahan, jangan setengah hati, ini kan masalah nyawa, Ucap warga tersebut.

Dan juga kami sebagai masyarakat kateman meminta dinas kesehatan kabupaten melakukan pengawasan ekstra ketat terhadap para petugas di kecamatan agar pelayanan masyarakat lebih di utamakan bukan memikirkan diri sendiri, sambung warga tersebut.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil terkait permasalahan ini. (Alvyman Hulu/Red/MR).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here